JAKARTA BARAT – Pelantikan dan Musyawarah Kerja (Musker) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kebon Jeruk yang digelar di Hotel Mega Anggrek, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (11/4/2026), berlangsung tidak hanya khidmat, tetapi juga semarak dengan penampilan seni budaya yang memukau.
Sorotan utama dalam kegiatan ini tertuju pada penampilan Tari Saman dari Sanggar Srikandi Rawabuaya serta atraksi seni bela diri Pagar Nusa, yang turut memeriahkan suasana di sela-sela prosesi pelantikan.
Tari Saman Srikandi Hadirkan Semangat Kebersamaan
Penampilan Tari Saman yang dibawakan oleh Sanggar Srikandi menjadi daya tarik tersendiri. Gerakan yang kompak, ritmis, dan penuh energi berhasil menghidupkan suasana serta mendapat apresiasi dari para tamu undangan.
Tari tradisional khas Aceh tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan disiplin—sejalan dengan semangat organisasi Nahdlatul Ulama dalam membangun solidaritas umat.
Pagar Nusa Tampilkan Identitas Ke-NU-an
Selain itu, kehadiran Pagar Nusa, sebagai badan otonom NU di bidang seni bela diri, semakin memperkuat nuansa ke-NU-an dalam acara tersebut. Atraksi bela diri yang ditampilkan menunjukkan ketangguhan, kedisiplinan, serta nilai spiritual yang melekat dalam tradisi pencak silat NU.
Penampilan Pagar Nusa menjadi simbol bahwa NU tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga aktif dalam menjaga warisan budaya sekaligus membina generasi muda yang berkarakter.
Pelantikan Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna
Di sisi lain, prosesi pelantikan MWC NU Kebon Jeruk periode 2026–2031 tetap berjalan dengan khidmat. Diawali dengan kirab bendera Merah Putih dan Pataka NU, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran PC NU Jakarta Barat, tokoh agama, unsur pemerintah, hingga badan otonom NU seperti IPNU, IPPNU, Ansor, Fatayat, Muslimat, dan Banser.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Kebon Jeruk, H. Muhammad Amru Zuhri, dalam sambutannya menegaskan komitmen menjadikan NU sebagai “rumah besar” yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Musker Susun Arah Organisasi ke Depan
Rangkaian acara dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja (Musker) yang membahas program strategis organisasi melalui tiga komisi, yakni keorganisasian, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.
Forum ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran MWC NU Kebon Jeruk sebagai organisasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Budaya dan Organisasi Berjalan Seiring
Kehadiran Tari Saman Sanggar Srikandi dan Pagar Nusa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pelantikan organisasi tidak hanya berfokus pada struktur, tetapi juga pada penguatan nilai budaya dan identitas.
Pelantikan dan Musker MWC NU Kebon Jeruk pun menjadi momentum yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga mempererat kebersamaan melalui sentuhan budaya dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.
Acara berlangsung lancar dan penuh khidmat hingga selesai pada pukul 17.00 WIB. (Yansen)
.jpeg)
